YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan penataan lalu lintas di kawasan Sumbu Filosofi, khususnya untuk mengatur pergerakan bus pariwisata berukuran besar. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan bersejarah sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan di pusat Kota Yogyakarta.
Penataan tersebut mencakup koridor Tugu Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer. Bus pariwisata berukuran besar diarahkan untuk tidak melintas di sepanjang kawasan tersebut, kecuali kendaraan yang memiliki kepentingan khusus, seperti mengantar atau menjemput tamu hotel.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, sebelumnya menyampaikan bahwa Pemkot Yogyakarta tengah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas baru dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengelola hotel di kawasan Malioboro.
Menurutnya, penataan lalu lintas diperlukan agar keberadaan kendaraan berukuran besar tidak mengganggu fungsi kawasan Sumbu Filosofi yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting bagi Kota Yogyakarta.
Bus Pariwisata Diarahkan ke Kantong Parkir
Dalam penerapannya, bus pariwisata yang menuju kawasan Malioboro akan diarahkan menuju lokasi parkir yang telah disiapkan. Salah satu lokasi yang dipersiapkan adalah lahan eks Menara Kopi sebagai kantong parkir bus.
Sementara itu, bus pariwisata yang membawa wisatawan menuju kawasan Titik Nol Kilometer diarahkan untuk memanfaatkan Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean.
Pemkot Yogyakarta juga melakukan pembatasan terhadap sejumlah kantong parkir di sekitar Jalan Malioboro dan Jalan Pangeran Mangkubumi. Area parkir tersebut diarahkan untuk kendaraan pribadi dan bus berukuran kecil.
Untuk kawasan Tugu, bus pariwisata berukuran besar tidak diperkenankan melintas apabila tidak memiliki tujuan khusus. Kendaraan yang tidak berkepentingan menuju hotel di kawasan tersebut akan diarahkan sejak Simpang Empat Gramedia. Bila ada tetamu yang menginap di hotel area tugu, silahkan meminta pihak hotel untuk membuatkan kartu Pass melewati Kawasan Tugu.
Terminal Giwangan Disiapkan sebagai Kantong Parkir
Selain penataan di kawasan Malioboro dan Tugu, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan Terminal Giwangan sebagai salah satu lokasi parkir bus pariwisata.
Pemanfaatan Terminal Giwangan diharapkan dapat membantu mengurangi masuknya bus-bus berukuran besar ke pusat kota. Dengan demikian, kawasan Sumbu Filosofi, khususnya koridor Tugu hingga Titik Nol Kilometer, dapat ditata agar lebih nyaman bagi pejalan kaki dan wisatawan.
Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, sebelumnya menyampaikan bahwa Terminal Giwangan telah mendapatkan dukungan untuk difungsikan sebagai kantong parkir bus pariwisata. Pemkot juga telah memperoleh hak pengelolaan lahan di sisi selatan terminal.
Seiring dengan kesiapan Terminal Giwangan, Pemkot Yogyakarta berencana mengurangi bahkan menghentikan penggunaan TKP Senopati sebagai lokasi parkir bus besar.
Penataan Sumbu Filosofi
Kebijakan pembatasan bus pariwisata ini merupakan bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi.
Selain menjaga kelestarian kawasan, pembatasan kendaraan besar diharapkan dapat menciptakan suasana pusat kota yang lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.
Bagi pelaku usaha pariwisata dan operator bus, kebijakan ini juga menjadi perhatian penting dalam menyusun rute perjalanan, titik drop-off dan pick-up, serta lokasi parkir wisatawan selama berada di Yogyakarta.
Dengan sistem rekayasa lalu lintas dan kantong parkir yang semakin terintegrasi, Pemkot Yogyakarta berharap aktivitas pariwisata tetap berjalan optimal tanpa mengurangi karakter dan nilai historis kawasan Sumbu Filosofi.